Kampanye ket RT 9 Kp.Badra 2012

Maret 28th, 2010 by mangpaat

Assalamu’alaikum wr wb,

Segala puji hanya milik Allah swt, atas berkat dan izinNya kita semua bisa bersilaturahim hari ini, dalam acara pemilihan ketua RT 9, di Kampung Badra yang kita cintai bersama..,Shalawat dan salam senantiasa tercurah pada Rasulullah saw, sang pemimpin terbaik, yang harus kita tauladani..

Bapak Ibu yang saya hormati, setiap kita adalah pemimpin, yang akan di mintai pertanggungjawaban, minimal memimpin untuk diri kita sendiri, keluarga dan selanjutnya untuk lingkungan di sekitar kita. Selain itu, manusia juga adalah makhluk yang telah di pilih oleh Allah swt sebagai khlaifah atau wakil Nya, yang di amanahi mengurus bumi ini, supaya lebih baik. Karenanya.., jika semua yang kita lakukan akan di pertanggung jawabkan, dan jika keadaan membutuhkan perbaikan, maka baik menjadi pengurus RT ataupun tidak, kita harus sama-sama bergerak.., berkontribusi, memberikan apa yang bisa kita beri walau pun sederhana, untuk perbaikan lingkungan kita bersama.

Visi misi saya, menjadikan RT 9 ini menjadi lingkungan yang agamis, dan sejahtera. Agamis, dalam arti mengharap keridhoan Allah swt, dan sejahtera dalam arti menjadikan setiap warga RT 9 lebih baik dan saling berbagi manfaat. Jika agamis hubungan mesra nya ke atas, maka sejahtera hubungan baiknya antara kita, sesama warga.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa di RT 9 kampung badra ini secara usia ada ibu-ibu, anak-anak, remaja, dan bapa-bapa. Secara profesi ada karyawan pabrik, PNS, petani, pedagang/ wiraswasta, pelajar, bahkan yang masih pengangguran juga ada, ada yang warga asli, ada juga pendatang. Secara ekonomi, ada beberapa yang alhamdulillah memiliki kecukupan, dan sebagian masih perlu bantuan. Juga Alhamdulillah ada 2 mesjid, dan 1 madrasah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan kita bersama.

Kegiatan baik yang sudah dan masih berjalan, seperti pengajian ibu-ibu, sekolah agama anak-anak di madrasah, dan seterusnya, akan kita lestarikan bersama, sementara kegiatan baik yang sempat berjalan, namun saat ini mandeg, sebaiknya kita bersama jalankan kembali, seperti kerja bakti, siskamling dan pengajian umum.

Adapun program unggulan yang ingin saya tawarkan untuk kita jalankan bersama, ialah program “ekonomi sasarengan” dan “ngariung di ajar”. Sebagimana kita ketahui bersama, seringkali saat mau perayaan 17 agustusan, atau hari raya idul qurban dan kegiatan lainnya yang memerlukan iuran, sering terkendala karena kurangnya iuran dari warga. Selain itu, beberapa saudara kita ada yang pada saat tertentu memerlukan bantuan dana, nah dengan program “ekonomi sasarengan” nanti kita bisa bantu, yaitu dengan menabung, atau memutar modal dari warga, oleh warga dan hasilnya untuk warga. Persis seperti koperasi, namun lebih mudah dan tentunya sesuai syariat islam. Tujuan lainnya adalah mengusir rentenir dari kampung kita, insyaallah jika program ini berjalan baik, rentenir tidak akan beroperasi lagi di kampung kita.

Adapun program “ngariung di ajar”, adalah kegiatan belajar dan pelatihan, yang tak hanya untuk anak-anak tapi juga untuk pemuda dan para orang tua. Karena belajar tidak mengenal usia. Di program ini, kita akan belajar agama, belajar keterampilan, belajar computer, dan seterusnya sesuai keperluan para warga. Ambil contoh, di lingkungan kita bila ada yang meninggal kadang terkendala dengan petugas yang bisa memandikan dan mengkafani jenazah, karenanya perlu ada pelatihan mengurus jenazah. Contoh lain, di lingkungan kita ada yang ahli di bidang kelistrikan, atau computer, maka kita fasilitasi untuk berbagi ke para warga, atau keahlian apa saja. Kalau belum ada yang mampu di antara warga kita, kita undang dari luar. Karena selama kita belajar, selama itu pula kita akan tumbuh lebih baik. Contoh lain lagi, pernah suatu kali, kita kebanjiran, karena sungai Citalugtug meluap, karena apa ? salah satunya karena sampah yang menyumbat, bagaimana kalau kita manfaatkan, kita olah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, kita belajar membuat kerajinan dari sampah, lalu kita jual, kita untung dan lingkungan kita bersih.

Kedua program unggulan di atas, sangat berkaitan dan saling mendukung satu sama lain, untuk pelatihan kita perlu dana, maka dananya dari program “ekonomi sasarengan” , dan untuk menjalankan “ekonomi sasarengan” kita perlu keterampilan, yang bisa kita latih pada program “ngariung di ajar”.

Bapak-ibu yang saya hormati, saya sadar bahwa saya masih muda, yang perlu banyak bimbingan dan masih kurang pengalaman, program sebaik apapun akan menjadi sia-sia, tak akan berjalan jika tak didukung kita semua. Namun saya yang masih muda ini juga, akan menggerakan para pemudanya yang masih bertenaga, dan insyaallah kreatif. Dengan tetap bersinergi bersama para orang tua.

Karenanya, tak masalah bagi saya, menjabat ketua RT ataupun tidak, yang jelas-insyaallah- saya siap membangun lingkungan kita bersama ini, sebisa yang saya mampu.
Demikian kampanye dari saya, mohon maaf atas kesalahan dan kekurangannya. Semoga RT 9 kampung Badra yang kita cintai ini, menjadi baldatun thayibatun wa rabbun ghafur, tempat yang baik dan di berkahi Allah swt. Amiin.

Billahi taufik wal hidayah, wa ridho wal inayah,

wassalamu’alaikum wr wb

Nasi uduk Bu de

Februari 22nd, 2010 by mangpaat

Salah satu karakter Hidup kita ialah perputaran, transisi, perpindahan, siklus, seperti siang dan malam yang bergantian, kemarau dan hujan, karena jika malam terus, kehidupan akan beku, dan jika siang terus dunia akan terbakar. Karena kemarau, kita merindukan hujan, dan karena hujan kita mengharapkan kemarau. Dst. Begitupun manusia, ada saat sedih, tapi sering juga bahagia, ada saat kekurangan, tapi sering berkelimpahan, ada saat pertemuan, ada pula saat perpisahan. Karena ia- life transition- ialah karakter kehidupan, atau dengan kata lain, “sunatullah”, maka yang kita permasalahkan bukan perputarannya - karena ia akan terus ada, di harapkan atau tidak - melainkan apa respon kita terhadapnya, atau apa yang kita lakukan untuk mengisinya. Saat dingin menerpa misalnya, maka tak perlu mencerca cuaca, tapi segera pakai jacket, atau seduh air hangat. Siasati kehangatan sementara, sebelum kehangatan sebenarnya datang menyelematkan.Begitupun saat miskin, tak perlu mencerca keadaan, ia bukan kondisi final dan stagnan dalam kehidupan, ia hanya tamu, yang perlu kita jamu dengan kesabaran dan kerja keras. Itupun terpulang pada, bagaimana kita mendefiniskan “miskin”. Toh banyak yang miskin harta, tapi kaya hati, banyak yang miskin harta, tapi kaya ilmu, banyak yang miskin harta, tapi kaya teman, walaupun idelanya kaya harta, dan kaya yang lainnya pula.

bu-de-lagi

Peralihan dalam kehidupan, juga bisa dimaknai, peralihan rizki, kekayaan, harta atau bantuan. Ada banyak kisah, baik yang kita alami sendiri, maupun dialami orang lain. Salah satunya, Bu De, seorang ibu yang setiap pagi, dari senin sampai jumat menjajakan nasi uduk. Walaupun asli dari tasikmalaya, tapi karena suaminya dari solo, akhirnya jadi di panggil Bu De. Anak pertamanya, sebagai tulang punggung keluarga, meninggal tahun 2007, sementara adiknya – anak kedua- setahun kemudian baru lulus smp. Sejak saat itu, keluarga Bu de,pindah ke kontrakan yang lebih murah, dan kembali berjibaku, berikhtiar, menjemput rizki yang sudah disediakan. Sebelum jam 4 subuh, Bu De sudah memulai aktifitas, shalat fajar dan tentunya menyiapkan dagangan. Belum jam 9, biasanya dagangan Bu De sudah habis, dengan di jemput Pa de, sekitar 600 meter, tempat mangkal Bu De, dari kontrakannya. Dari modal buat nasi uduk Rp. 30.000 sehari, bisa jadi Rp. 50.000, untung Rp. 20.000, harga jual satu porsi normal, Rp.3000/ bungkus. Sementara anaknya ; Ati, tidak melanjut ke SMA karena masalah biaya, bahkan ijazah SMP nya pun masih di sekolah karena menunggak bayaran. Rp, 560.000. bukan tak mengusahakan kerja, tapi karena ijazahnya masih tertahan, jadi tak bisa diterima. Juga bukan tak ingin sekolah, seperti teman-teman seangkatannya, tapi karena kondisi yang menyebabkan demikian. Walaupun kadang, Bu De, suka mengeluhkan keadaan, (wajar memang), Ati masih suka main (memang masanya), Pa De hanya memelihara beberapa burung, yang ia mandikan tiap pagi, lalu di jemur di samping kontrakannya. Tapi secara keseluruhan, mereka bisa bertahan hidup ! padahal secara hitungan matematis, seharunya sudah “punah” di telan kelaparan, atau terasing di tindas kemiskinan. Tapi mereka masih bisa tersenyum.

nasduk

Kembali pada “life transition”, suatu kali, bu de, sakit kepala, setelah diperiksa, kata dokter, gejala stroke, pengobatan menghabiskan Rp.250.000, lagi-lagi, tak tau dari mana uangnya, yang jelas,sudah beres.bu de sehat lagi, dan mulai bisa berjualan lagi.sekarang bu de, mau meminjam (bukan meminta), bantuan modal pada saya. Hanya Rp. 50.000 saja “proposal bisnis”nya. Padahal dulu, yang saya tawarkan, bantuan modal buat Ati, tapi –alhamdulillah- mungkin skenerio nya seperti ini dulu. Tak tega sebetulnya dengan “akad meminjam”, inginnya memberi, tapi –jalani dulu skenearionya- walaupun saya tak menetapkan batas waktu, tapi tetap uang itu sebagai pinjaman, bukan pemberian (walau dalam hati saya tak lagi mengharapkan). Dengan harga diri, bu de akan mencicil Rp.5000 perminggu. Luar biasa…, sebuah jamuan yang tegar, pada kemiskinan, yang sudah bertahun-tahun, bahkan di usia senja. Dan, apa yang terjadi, selang beberapa hari, saat ingatan akan bu de, tenggelam oleh rutinitas, ada bantuan dari teman, berkali lipat lebih besar. Subahanallah…, hidup itu perpindahan bantuan, ketika saya membantu di sana, saat itu, maka saya akan di bantu di sini, saat ini. Ketika saya menyisihkan rizki di suatu kesempatan, maka Dia akan mengatur pembagian rizki untuk kita, di saat yang tepat.

Saya lebih kaya hari ini, bukan karena penambahan bantuan modal dari teman kemarin, tapi karena penambahan keyakinan, bahwa Dia maha adil, maha pengatur rizki, maha pembalas kebaikan. Jika saat miskin bertamu, saya belajar dari bu de, untuk bisa menjamu nya dengan ketegaran, harga diri dan ikhtiar.

bu-de

semoga bu de sekeluarga, dikarunia kesabaran dan kemudahan, dan tentunya bimbinganNya. amiin

Memancing pertolongan langit

Januari 27th, 2010 by mangpaat

Abu hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari kesusahan di dunia, pasti Allah akan membebaskannya dari kesusahan di hari kiamat. barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, pasti Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hambaNya selama hamba tersebut menolong saudaranya.
barangsiapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu (yang baik),pasti Allah memberinya kemudahan ke surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah,membaca dan mempelajari Al-Qur’an, niscaya mereka merasakan sakinah dan rahmat, para malaikat berkerumun di sekeliling mereka, dan Allah memuji mereka di hadapan semua makhluk yang berada di sisiNya.
Orang yang amal perbuatannya kurang sempurna, tidak bisa disempurnakan oleh kemuliaan nasab” (HR. Muslim)

Secercah harapan buat Mirfan…,

Januari 26th, 2010 by mangpaat

“gimana sehat mir..? kita ngobrolnya sambil makan yu, tadi pagi sy cuma sempet sarapan roti soalnya”,

“hayu kang, sy ge belum makan..”

“Belum makan siang maksudnya ?” Tanya saya..

“Bukan, belum makan apa-apa dari pagi..”

(astaghfirullah, dalam hati, sambil ngeliat jam, menunjukan angka 11.20an)

Sambil makan, sy yg banyak bicara, setelah makan, baru giliran dia yg curhat..

“ekonomi sy lagi sulit kang, udah banyak ngutang ke temen2, bahkan untuk makan. Belum lagi, biaya menghadapi Ujian Nasional, pemantapan, dll, jadi nambah berat”.

“Bukannya, mirfan, suka jualan di kelas, gimana jualannya ?”

“Iya,jualan bakwan, tapi sekarang teh, yang suka bikin bakwan nya lagi lahiran, sudah 2 minggu ini, jadi saya ga jualan.”

“Bapak ibu masih lengkap kan ?”

“Masih sih, tapi bapak…? Ga tau…., ada tapi ga ada…, “suaranya menggantung..

(saya ga mau, menyeldiki lebih lanjut..)

Mirfan melanjutkan…

“kalau sy pulang kampung, minta uang ke ibu, itu artinya nyuruh ibu minjem ke orang lain, dia kerja bantu-bantu seadanya di rumah tetangga. Jadi saya ga mau pulang ke kampung, selain ongkosnya juga ga ada.”

“Oh, berarti, sekarang, gimana caranya bisnis, tapi yg tdk terlalu menyita perhatian, karena sebentar lagi UN., gitu ya?”

“Ya betul kang…!”,

“gini, saya ada kenalan, dia bisnis kripik, mau ga jualan kripik ? nanti qt silaturahim ke sana.”.

“Mau.., mau kang…”

“Ok, sy sms dulu…”

Mir, Pa azzam nya lagi di sumedang, baru pulang ke rumah, nanti maghrib, brarti nanti maghrib qt kesananya, ok ?

Ba’da maghrib, sampai juga ke rumah pa azzam, daerah cibeber, cimahi. rumahnya masih sederhana, ga banyak berubah, ktika terakhir sy silaturahm ke rumahnya hampir 5 tahun yang lalu.

Pa azzam, adalah 1 diantara ribuan karyawan IPTN (skrang PTDI) yang di PHK, juli 2003, tapi september 2003 dia banting setir, bikin kripik, home industry, bersama istrinya, sampai sekarang masih eksis, luar biasa…!!!

Setelah tanya2 kabar, mulai menukik ke peluang bisnis. Omsetnya bisa 10-15 juta perbulan, selain bisa ngatur jadwal sendiri, bisnisnya bisa jadi jalan rizki buat orang lain.

Singkongnya ngambil dari sumedang, kemudian diolah di rumahnya.

Ketika asyik ngobrol, ada tetangga yang datang, mesen kripik, nyerahin uang ratusan ribu, alhamdulillah, katanya, dia sudah banyak langgannan warung-warung…

Selain bapak-bapak/orang dewasa, banyak juga siswa anak sekolah yang ngambil kripik ke rumahnya, lumayan buat uang jajan.

Ada yang ukuran 500an/bungkus, dimana 1 plastik, isi 30 bungkus, dari pa azzam nya dihargai 12000, kalau laku semua, dapat 15000, untung 3000. artinya untung 100 / bungkus.

Ada juga ukuran 3500/bungkus, biasa di jual 5000an, walau ada juga yg jual 4000an.

Malam itu, saya aja yang beli buat oleh2, yg 3500an, 5 bungkus. Karena kalau yg 500 an harus pesen dulu, mengemasnya perlu waktu, ga seperti yang 3500an, lebih simple.jadi kalau mau yang 500, selasa dateng lagi…,kata pa azzam.

7 menit sebelum adzan isya, kami pamit…

Selesai shalat isya,

“Mir, kamu bener mau jualan kripik ?”

“Iya kang..,”jawabnya

“Ok, ini saya ada uang 50 rb, buat belajar bisnis, jadi gini…, untuk modal 30rb, sisanya 20 rb, hadiah buat kamu, sbtulnya sy bisa ngasih semuanya, ga pake bisnis2an, tapi saya menghargai kamu, kita sama-sama belajar, system syariah, bagi hasil, jadi dari 30 ribu ini, uang yg saya titipkan, untuk kamu “putar”, bagi hasilnya 80:20, buat kamu 80% dari keuntungan, buat saya 20%, ok…?

“Maskudnya gimana kang ?” tanyanya

“gini.., misal 24 rb dapet 2 plastik kripik, 6 rb nya buat ongkos, Dari 2 plastik itu, habis semua, berarti untung 6000, nah 80% dari 6000 = Rp. 4800 buat kamu, Rp.1200 buat saya. Yang modalnya, kamu beliin lagi 2 plastik kripik, terus seperti itu, 2 minggu nanti saya cek, gimana…, ngerti kan…?

“Oh, jadi modalnya tetap milik akang ?” tanyanya lagi..

“Iya, jadi saya nitip uang ke kamu, tolong di puterin, dan nanti dikembalikan lagi, uang modalnya. Tapi dari keuntungan kamu, kan bisa dialihkan buat modal.

Misal nih, 2 plastik itu habis dalam 3 hari. Karena system kamu, bukan nunggu pelanggan, tapi mendatangi pelanggan, dateng ke kelas2, nah berarti selama 3 hari, omset kamu 30 rb, dimana 24 ribu kamu beliin lagi 2 plastik kripik, 4800 kamu simpen dulu…, 3 hari selanjutnya gitu lagi, untung 4800 lagi, berarti total tabungan kamu dari keuntungan = Rp. 9600, nah 3 hari selanjutnya lagi, keuntungan sudah Rp. 14400, bisa buat nambah beli 1 plastik kripik…”

Saya sebtulnya ga menuntut kamu harus untung, yang penting bergerak, karena dalam gerak itu ada pertolongan Allah…

Jangan lupa…catat keuangannya, insy 2 minggu lagi sy cek.

“Ok kang, alhamdulillah…, hatur nuhun pisan kang…”

“Iya, alhamdulillah…, saya pamit dulu ya, udah terlalu malam, keluarga bisi khawatir…”

Diperjalanan, naik motor.., hujan gerimis, tapi hati bahagiaaaa banget.. alhamdulillah ya Rabb, atas nikmat ini, kesempatan saling membantu, ternyata 50 ribu, bisa jadi penyambung nafas, bagi seorang penerus bangsa, dia bisa kembali tenang, belajar C++, HTML, javasrcipt, dan mempersiapkan UN yang tinggal beberapa minggu lagi.

Semangaaaaaat….!!!

changing the syistem for the better future

Januari 23rd, 2010 by mangpaat

Alhamdulillah, tadi siang diberikan nikmat kesempatan belajar, di acara Seminar Nasional Syariah Solution “Go Syariah For Better Day” yang di selenggerakan oleh FSLDK Jadebek, di Atrium Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan Perbankan Indonesia (STEKPI), Kalibata. Jaksel. Sebagai bentuk syukur, dan untuk reminder (mumpung masih anget, bisi keburu lupa, saya catat, yang nyangkutnya..), berikut beberapa point nya :

1. Revitalisasi dan Tantangan Transformasi Kelembagaan Kapitalisme menuju Kelembagaan Syariah.

  1. Founding father Indonesia, yang telah merumuskan aturan negara, sebetulnya sudah bagus, terlihat dalam UUD 1945 pasal 33

KESEJAHTERAAN SOSIAL

Pasal 33

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara

(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Tapi kenapa Ekonomi Indonesia seperti sekarang ? padahal sudah 12 tahun pasca reformasi ? apakah memang trend dunia yang sedang terseok-seok ekonominya, atau para penduduk indonesia,khususnya para pemegang kebijakan yang sudah menyimpang dari rumusan negara.

  1. Dalam prilaku ekonomi tradisional, dimana produsen masih sedikit, permintaan dan penawaran dari konsumen masih wajar, maka kedua belah pihak akan di untungkan, tapi dalam ekonomi kapitalis, yang diuntungkan hanya pemilik modal, sementara konsumen, buruh, bahkan negara sekalipun dirugikan.
  2. Sejarah sudah membuktikan bahwa sistem kapitalis, tidak stabil dan sering di gunjang krisis, seperti di AS pada tahun 1930, adanya konflik perebutan antara kaum buruh, dengan para pengusaha. Di Indonesiapun pernah mengalami, pada tahun 1997 (krisi moneter), dan kemarin 2008, dampak dari kekalahan transaksi AS terhadap China.
  3. Ekonomi Indonesia, hampir 90 %, sangat tergantung pada sektor finansial (misalkan bursa, dst), sementara sektor riil (pertanian, perikanan, dst) hanya 10 % nya. Dan para pemain sektor finansial tersebut -yang sangat kaya itu – hampir 70 % adalah pemain asing, sisanya baru pengusaha indonesia.
  4. Indonesia memiliki 30 % natural resource dari seluruh natural resource dunia, karenanya indonesia dijajah. Tapi karena –salah satu faktornya - sumber daya manusia indonesia yang belum baik, maka indonesia tetap miskin. Berbeda dengan singapura atau jepang, walaupun sumber daya alamnya terbatas, tapi karena sumber daya manusianya pintar dan memiliki semangat juang, maka mereka menjadi negara maju.
  5. Selain pendidikan masyarakat indonesia, permasalahan ekonomi juga terjadi karena para pengambil kebijakan dinegeri ini, masih bias dalam mempraktekan pasal 33 uud 45, yang terjadi malah lebih kapitalis dari negeri AS sendiri, sebagai pencetus kapitalisme.
  6. Kapitalisme produktif, telah bergeser pada kapitalime spekulatif, dimana tidak memiliki real value added. Misalkan pasar bursa, yang seperti berjudi itu.
  7. Ciri dasar kapitalisme ialah pengalihan surplus ekonomi lebih pada pemilik capital, yang kemudian disalurkan lagi –melalui rente ekonomi bunga bank dan sewa property- supaya lebih surplus, dan pekerjaan lebih santai.
  8. Dalam suatu survey, pada perusahaan di Indonesia, rasio pengupahan di Indonesia antara jaryawan tertinggi dengan karyawan ternedah, ialah 250:1, atau jika di ibaratkan seorang CEO bisa bergaji 250 jt, sementara karyawanmya 1 juta. Ini meruapakan bentuk ketidak adilan, padahal karyawan pun berjasa dalam praktek ekonominya.
  9. Ekonomi kapitalis, terbukti sudah menemui kegagalan demi kegagalan, saatnya ekonomi syariah bangkit, dan memperbaikinya, lebih adil dan sejahtera. Disinilah dibutuhkan keterlibatan kita, untuk menginternalisasikan ekonomi syariah, baik secara cultural maupun institusional.

udah dulu ah, ngantuk, insy nanti di lanjut…

Baso tahu si Ceu

Januari 14th, 2010 by mangpaat

Si Ceu…, tetangga – tetangga memanggilnya demikian, almarhum suaminya sudah meninggal berpuluh tahun yang lalu, dengan menitipkan 3 anak yang masih munggil-munggil. Di kerasnya Jakarta, si Ceu, bertekad untuk tak kembali ke kampung halamannya, Cicalengka…,jawa barat. ia memutuskan untuk tetap berjuang di Jakarta, membesarkan ketiaga anaknya, semampunya.

Tak mulus memang, walau sampai sekarang, ada uluran tangan dermawan yang membantu beasiswa anak-anaknya, belum menginjak kelas 2, anak pertama –laki-laki, dikeluarkan dari stm nya, karena sering berkelahi, anak kedua, perempuan satu-satunya, tak mau melanjutkan ke smp, karena ingin membantu ibunya mencuci, sementara yang agak mendingan, si bungsu, masih bertahan di kelas 4 SD.

Maag akut, salah satu penyakit yang diderita si ceu, yang sering kambuh, membuatnya sering izin pada majikannya. Mencuci, menyetrika, dan mengasuh anak, begitulah profesinya, dengan gaji sekitar 300 rb / bulan, si ceu masih bertahan di antara gedung- gedung tinggi, masih membaca Al-quran di balik rumah kontrakannya yang sederhana,

Beruntung, suatu kali, saya di minta temen untuk menggantikannya mengajar di rumah si ceu, stiap ba’da maghrib rumahnya berubah jadi madrasah mini, anak-anak tetangga di ajari si ceu mengeja huruf hijaiyah, dan itulah perkenalan pertama saya, tanpa sengaja. Selanjutnya sesekali, kalau libur, saya sering bersilaturahim, dan menyempatkan mengajar anak-anak yang lugu dan penuh semangat

Suatu kali, si bungsu, datang ke kosan, “ka…, diminta ibu datang ke rumah, penting katanya…” , ternyata, rumah sederhananya, gelap, karena listriknya di cabut, 3 bulan tunggakan listrik, tak ada ampun dari pihak berwenang..,”ka.., kemarin aja ngaji, pake lilin, sampai anak-anak hidungnya pada item…”

Kali lain, “ka…pa haji marah-marah, kontrakan udah nunggak 2 bulan”, sambil di temani sibungsu, yang sedang lahap makan sayur lodeh, plos satu goreng tempe.

“ibu mau ga jualan ?” Tanya saya, “kan kerja ga setiap hari ya ?”

Singkat cerita, setelah diskusi, akhirnya disepakati untuk jualan baso tahu, di depan rumahnya, si ceu yang ngolah, anak perempuannya yang jaga. Tapi supaya lebih memotivasi dan terkesan lebih seirus, saya buat lembaran pinjaman, modal awal yang diperlukan Rp.500.000, “ok bu…, silahkan tanda tangan….” Pinta saya, “aduh ka, saya ga bisa tanda tangan, sama kaka aja…” jawabnya malu-malu…

si ceu

AQAD QARDUL HASAN (TRANSAKSI PINJAM MEMINJAM)

No

Dalam rangka mengharap ridho Allah swt, dan saling tolong – menolong, serta memelihara silaturahim, pernyataan ini dibuat sebagai bukti akad pinjaman (qardul hasan)

Pihak pertama, sebagai peminjam (Muqtaridh) , yaitu :

Nama : Euceu

Alamat : mampang

Pihak kedua, sebagai pemberi pinjaman (Muqridh), yaitu :

Nama : Tedi

Alamat : bangka 8, gang manggis, no 1, rt 8/12, mampang, jaksel.

Kedua belah pihak sudah melakukan transaksi qardul hasan, sebesar Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah), pada hari Kamis, 3 Desember 2009, dan insyaallah akan mengembalikan pada tanggal 3 Mei 2010, dengan cara di cicil, setiap bulan Rp.100.000, selama 5 bulan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya. Semoga Allah swt memudahkan dan memberkahinya. Amiin

Pemberi pinjaman/Muqridh Peminjam/Muqtaridh


( tedi ) euceu )

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya..”(QS. Al-Baqarah :282)

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.(QS Al-Maidah : 2)

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling baik pada saat melunasi piutangnya.” (HR Muslim)

img0178a

“Ibu.., ini kan dari saya 500 rb, buat beli peralatan sama bahan-bahan, nah ibu tiap bulan cicil ke saya 100rb, berarti kalau sebulan 4 minggu, tiap minggu 25 rb, nah, kalau tiap hari, berarti ibu harus nyisihin 4-6 ribu, kira2 bisa ga bu.. ?” Tanya saya meraba-raba, mudah2an si ceu paham…

“iya, ka…, bisa, 5 rb sehari…insyaallah bisa…” jawabnya yakin.

“ok bu, mudah2an ini bisa jadi jalan perbaikan buat ibu sekelurga…”

Ya Rabb, ikhlaskan dan mudahkan setiap urusan kami…

target amal unggulan

Januari 5th, 2010 by mangpaat

Negeri kaya dengan penduduk miskin. Ungkapan tersebut tentu tidak ingin kita sandingkan pada negeri kita bersama – Indonesia - yang berlimpah sumber daya alamnya. Dan tercatat sebagai Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sebuah agama yang berkarakter kedamaian dan kesejahteraan. Tapi fakta realitas memaksa kita untuk membenarkannya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), hingga bulan maret 2009, jumlah penduduk miskin di negeri ini tercatat sebesar 31,53 juta jiwa atau sekitar 14,15 %. Sebuah angka yang memprihatinkan, bila di bandingkan dengan negeri tetangga, dengan keterbatasan sumber dayanya, atau sekali lagi, bila di sandingkan dengan agama mayoritas di Indonesia, yaitu Islam sebagai solusi kehidupan.

Permasalahan selanjutnya di negeri kita tercinta ini adalah kebodohan. Menurut Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/ Human Development Index (HDI) dari UNDP, dimana salah satu indikatornya adalah tingkat baca tulis dan tingkat pendidikan, Indonesia menempati ranking ke 111, sementara negara tetangga Singapur ke 23, Brunei Darussalam ke 30, Malaysia ke 66, Thailand ke 87, Philipina ke 105, dan Vietnam ke 116. (http://hdr.undp.org/en/statistics/)

Di sisi lain, dua hal tersebut, yaitu kemiskinan dan kebodohan, memiliki efek negatif lanjutan. Maraknya praktek rentenir atau ribawi di masyarakat, dimana yang miskin bertambah miskin. Juga menjadi peluang meningkatnya tindak kriminal di tengah – tengah masyarakat, selain itu yang paling berbahaya, ialah krisis keyakinan, yang tidak hanya menelantarkan hubungan vertikal dengan Allah swt, tapi lebih jauh dari itu, kemiskinan dan kebodohan, membuka kesempatan misionaris melancarkan misinya, untuk membujuk para penduduk Indonesia yang mayoritas muslim, berpindah keyakinan.

Karenanya, kita tak bisa tinggal diam, berpangku tangan atas semua ini. Jiwa yang bertanggung jawab terhadap agama dan saudaranya, akan terpanggil untuk melakukan tindakan, berkontribusi sekecil apapun. Kaidah fikih mengatakan “ma laa yudriku kulluhu la yatraku kulluhu” , apa – apa yang terlalu besar untuk dilakukan seluruhnya, maka jangan di tinggalkan seluruhnya, tapi lakukan semampu yang kita bisa.

Dalam kesempatan ini, saya membatasi pada lingkungan di mana tempat saya berdomisili, yaitu di daerah kelurahan mampang prapatan, Jakarta selatan. Daerah perkotaan yang padat penduduk, baik asli betawi maupun pendatang. Daerah yang unik, karena banyak rumah megah dan gedung tinggi, tapi di sisi lain banyak pula warga yang untuk makan besok saja, masih meminjam uang ke tetangga, atau warga yang listriknya di cabut karena sudah tiga bulan tidak membayar tagihan. Juga saya dapati, bahkan di kota metropolitan ini, ada gerakan kristenisasi. Menyebarkan buku dan brosur, mengunjungi rumah dan mengajak diskusi penghuninya tentang masalah keyakinan. Padahal di Mampang ini, banyak masjid dan kegiatan agama, tapi mengapa seakan ada missing link diantara keduanya ? warga miskin yang dikunjungi misionaris tersebut, seakan di terlantarkan olah para aktifis mesjid yang sibuk dengan ritualnya.

Selain itu, saya juga membatasi aksi lebih khusus pada dakwah iqtishadi (aktifias ekonomi), dan tarbiyah (aktifitas pendidikan). Melalui sebuah lembaga nir laba, Dar As-salam Foundation. Yang juga beroperasi di daerah mampang prapatan. Lembaga ini, memiliki dua sayap, yaitu Baitul Maal wa Tamwil (BMT) As-Salam, yang bertujuan membantu masyarakat miskin menjadi lebih baik taraf ekonominya, tentunya dengan aktifitas yang syar’i. Dan sayap lainnya adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nadi Umat, yang berupaya mencerdaskan masyarakat, dengan pendidikan yang terjangkau, bahkan gratis, namun berkualitas.

Ya Allah, berilah kami kekuatan, untuk berjuang di jalanMu,

Start…action…2010

9/10 pintu rizki

Desember 27th, 2009 by mangpaat

sembilan persepuluh sumber rizki terdapat pada bisnis (HR. At-Tirmidzi)

keutamaan pedagang jujur

Desember 27th, 2009 by mangpaat

pedagang yang jujur dan amanah (akan di tempatkan) beserta para nabi,shiddiqin dan para syuhada (HR. At-Tirmidzi)

sengsara kuadrat

Desember 27th, 2009 by mangpaat

kesengsaraan yang paling sengsara adalah miskin di dunia dan di siksa di akhirat (HR. At-thabrani dan Ash- shihab)